RESENSI
FILM “LUCA”
Sumber : en.wikipedia.org
Indentitas Film
Judul Film :
LUCA
Sutradara : Enrico Casarosa
Produser : Andrea Warren
Editor : Catherine Apple,Jason Hudak
Durasi :
95 menit (1 jam 35
menit)
Penulis : Mike Jones,Jesse Andrews
Pemeran : Jacob Tremblay sebagai Luca
Paguro,Jack Dylan Grazer sebagai Alberto Scorfano,Emma Berman sebagai
Giulia,Maya Rudolph sebagai Daniela,Marco Barricelli
sebagai Massimo,Jim Gaffigan sebagai Lorenzo,Saverio Raimondo sebagai
penjahat.
Film “LUCA” merupakan salah satu film animasi-fantasi yang diproduksi oleh Pixar Animation Studios. Film berlatar Italia ini pertama kali ditayangkan pada tanggal 18 Juni 2021 di Amerika Serikat dengan sutradara yang bernama Enrico Casarosa,yaitu sutradara yang pernah berhasil masuk kedalam nominasi Academy Award 2011 dengan film pendeknya yang berjudul “La Luna”. Berdasarkan wawancara yang ditayangkan oleh The Movie Times, Film “LUCA” sengaja diciptakan oleh Casarosa untuk menggambarkan kisah persahabatan masa kecilnya. Karakter tokoh yang terdapat dalam film tersebut bahkan dibiarkan tetap sama dengan karakter asli dari Casarosa dan sahabat kecilnya. Sedangkan untuk wujud tokoh,yaitu monster laut tentunya tidak berasal dari kisah yang nyata. Wujud monster laut tersebut terinspirasi dari peta laut yang sering dibaca oleh Casarosa. Monster laut dianggap sebagai makhluk aneh yang mampu mewakili kisah misteri di laut.
Film “LUCA” ini akan menceritakan
kisah persahabatan antara dua monster laut dan seorang gadis manusia yang
berusaha untuk menemukan indentitas diri mereka. Meskipun dengan konsep film
yang telah familiar di mata para pencinta film fantasi,yaitu makhluk laut yang
menjadi manusia ketika berada di daratan,film ini tetap berusaha untuk memberikan
kesan yang berbeda dengan melalui desain visual animasinya. Selain itu, film
ini juga diiringi oleh musik italia klasik bernuansa era 1950-an yang mampu membuat
para penonton ikut terbawa oleh suasana film yang hangat dan pastinya sangat menyenangkan.
Ditinjau melalui proses produksinya,
film “LUCA” ini dilaksanakan pada masa pandemi sehingga beberapa proses
produksinya tidak dapat dilaksanakan secara tatap muka. Hal tersebut tentunya
membutuhkan usaha yang lebih keras dibandingkan pada masa sebelum pandemi. Para
aktor dan aktris pengisi suara bahkan harus melakukan pengisian suara secara
terpisah dengan lawan mainnya dan berusaha untuk menciptakan chemistry.
Sinopsis
Sumber : Dokumentasi
Film “LUCA” ini diawali dengan kisah Luca sebagai monster laut yang selalu membantu kedua orang tuanya untuk merawat dan mengawasi ikan-ikan di laut selayaknya penggembala. Namun,kegiatan yang telah menjadi suatu rutinitas tersebut membuat Luca merasa sangat bosan dan ingin mencoba hal baru. Rasa tertariknya terhadap barang-barang manusia yang berjatuhan di laut telah mendorong rasa penasarannya menjadi semakin tinggi di setiap harinya. Selain itu,larangan yang selalu diberikan oleh orang tuanya untuk tidak menuju ke daratan juga semakin meningkatkan intensitas pertanyaan di benak Luca.
Akibat rasa penasarannya yang tidak dapat terbendung lagi, Luca berani untuk berbohong kepada orang tuanya supaya dapat mengetahui rahasia yang tersembunyi dibalik daratan. Pertemuan antara Luca dan Alberto di laut menjadi awal keberanian bagi Luca untuk berenang keluar dari tempat tinggalnya dan menikmati wujudnya sebagai manusia. Alberto yang selalu menceritakan kisah kehidupan manusia telah mendorong Luca untuk menjadi seorang pemimpi. Vespa,kendaraan dua roda yang dianggap akan membantu mereka dalam mengeksplorasi dunia,telah berhasil membujuk mereka untuk menetap di Kota Portorosso dengan menyamar sebagai manusia dan menghindar dari percikan air.
Setelah berada di Kota Portorosso,Luca dan Alberto bertemu dengan gadis pemberani yang bernama Giulia. Mereka bertiga pun berteman baik dan berjuang bersama untuk memenangkan turnamen kota agar mampu membeli vespa impian. Mereka bertiga pun sepakat untuk berlatih setiap hari hingga hari turnamen tiba. Namun ketika mendekati hari turnamen,konflik mulai terjadi diantara mereka bertiga sehingga kesepakatan yang telah ditetapkan sebelumnya terpaksa untuk dibatalkan. Selain itu,mimpi Luca juga semakin bertambah,yaitu ingin mendapatkan ilmu lebih dengan bersekolah. Hal tersebut telah membuat kepercayaan Alberto kepada Luca semakin menurun.
Permasalahan yang dialami oleh
ketiga tokoh dalam film ini mampu membuat penotonnya terbawa oleh suasana yang
sedih dan menegangkan. Meskipun begitu, permasalahan yang mereka hadapi ternyata
tidak melemahkan persahabatan mereka. Mereka semakin saling bergandengan tangan
dan menyadari betapa pentingnya peran satu sama lain. Beberapa hal yang tidak
terduga pun terjadi kepada mereka bertiga dan mengubah cara pandang masyarakat Kota
Portorosso.
Ditinjau dari karakter para tokoh,Luca memiliki karakter dengan rasa ingin tahu yang tinggi ,berani untuk bermimpi,serta memiliki ambisi yang kuat telah membawa suasana film menjadi sangat menakjubkan. Alberto yang memiliki karakter humble,senang mendapatkan hal-hal baru dan pemberani juga memberikan kesan film menjadi sangat menyenangkan sekaligus menegangkan. Giulia yang memiliki karakter pemberani,pintar,dan pekerja keras juga telah memberikan kesan khusus di dalam film. Sedangkan apabila ditinjau dari sisi pembuatan latarnya,film ini berusaha untuk menekankan suasana berlibur di musim panas. Ketiga tokoh akan mengajak para penontonnya berkeliling-keliling Kota Portorosso untuk melihat birunya air laut dan pemandangan yang terlihat sangat sejuk. Selain itu,film ini ternyata tidak hanya memberikan nuansa sedih dan bahagia,tetapi juga balutan humor pada beberapa karakter tokoh sehingga sukses untuk mengocok perut para penontonnya. Wah,terlihat seru bukan?
Film “LUCA” memang masih dirasa memiliki alur cerita yang lebih sederhana dibandingkan film animasi Pixar lainnya. Namun,film ini tidak kalah dalam hal desain animasi dan penataan gambar serta warna yang menarik. Film ini juga akan mengajarkan kita mengenai pentingnya menjadi diri sendiri dan berani untuk memperjuangkan mimpi. Tidak ada penghalang bagi siapapun untuk mengejar mimpinya meskipun terlihat mustahil. Film ini juga mengajarkan kita pentingnya menemukan indentitas diri dan mengetahui kemampuan yang kita miliki. Oleh karena itu, film ini sangat cocok untuk ditonton oleh anak usia muda atau ditonton bersama dengan keluarga.
Comments
Post a Comment